A Matter of Perspective
Murid #1: “Pak, Bapak pasti lagi kere ya?”
Guru: (senyum getir) “Iya… Belum gajian…”
Murid #1: “Tuh, kan! Keliatan, soalnya mukanya keliatan tirus gitu!”
Murid #2: (tampang kaget) “Masya Allah, loe tuh ya…”
Guru tersenyum senang karena merasa dibela.
Murid #2: (tampang innocent) “Gak usah nanya segala, kali… Kan udah tau Pak Guru itu
cuma ngajar jadi guru di sini, trus masih nge-kost, bujang, ga laku pula. Pasti kere
laah… Gimana sih loe!”
Tidak ada yang istimewa dengan joke ini, karena it plays with the stereotype dari pola pikir masyarakat saat ini.
Tapi being the devil’s advocate that I am… saya mbathin (berpikir, red.). Apa yang terjadi seandainya nuansa dari joke ini berbeda, dan endingnya diakhiri dengan…
Guru: “Wah, jangan salah. Saya ini bukan kere. Saya seorang biarawan yang memang mengabdi menjadi guru. Melajang itu bagian dari vow of chastity dan nge-kost itu karena sekolah jauh dari bruderan.”
With a slight change of perspective, now, the joke’s on the reader.





